This is the Trace Id: d16a50b579deee315188cb8dd9047fc2
Lompati ke konten utama Microsoft Defender Microsoft Entra Microsoft Intune Project Perception Microsoft Purview Microsoft Sentinel SIEM Tampilkan semua produk Keamanan cyber yang didukung AI Keamanan cloud Tata kelola dan keamanan data Akses jaringan dan identitas Keamanan untuk AI Bisnis kecil & menengah SecOps Terintegrasi Zero Trust Harga Layanan Mitra Mengapa memilih Microsoft Security Kesadaran keamanan cyber Kisah pelanggan Dasar-Dasar Keamanan Uji coba produk Pengakuan industri Microsoft Security Insider Microsoft Digital Defense Report Security Response Center Blog Microsoft Security Acara Microsoft Security Komunitas Teknologi Microsoft Dokumentasi Pustaka Isi Teknis Pelatihan & sertifikasi Program Kepatuhan untuk Microsoft Cloud Pusat Kepercayaan Microsoft Service Trust Portal Microsoft Secure Future Initiative Hub Solusi Bisnis Hubungi Bagian Penjualan Mulai percobaan gratis Microsoft Security Azure Dynamics 365 Microsoft 365 Microsoft Teams Windows 365 Microsoft AI Azure Space Realita campuran Microsoft HoloLens Microsoft Viva Komputasi kuantum Pendidikan Otomotif Layanan keuangan Pemerintah Layanan Kesehatan Produksi Eceran Cari mitra Jadilah mitra Jaringan Mitra Microsoft Marketplace Perusahaan perangkat lunak Blog Microsoft Advertising Pusat Pengembang Dokumentasi Acara Pemberian Lisensi Microsoft Learn Microsoft Research Lihat Peta Situs

Apa itu deteksi dan respons cloud (CDR)?

Pelajari bagaimana deteksi dan respons cloud (CDR) membantu mengidentifikasi dan menghentikan ancaman cyber di lingkungan multicloud.
Deteksi dan respons cloud (CDR) adalah solusi keamanan cloud-native yang dirancang untuk lingkungan kompleks saat ini. CDR tidak hanya meninjau satu aspek, tetapi juga memberikan pengawasan dan mengorelasikan sinyal di semua lapisan cloud, termasuk beban kerja, identitas, dan layanan. Misalnya, CDR dapat menghubungkan perilaku masuk yang tidak biasa dengan aktivitas mencurigakan pada beban kerja dan layanan yang salah konfigurasi dalam waktu yang mendekati real time. Hal ini membantu tim keamanan mendeteksi ancaman cloud, yang mungkin akan terlewat jika tidak ada CDR. Dan karena CDR terus memantau perilaku serta pola ancaman cyber yang muncul, perusahaan dapat beralih dari pendekatan reaktif ke pertahanan cloud yang cerdas dan proaktif.

Poin-poin penting

  • Keamanan cloud-native sangat penting karena alat tradisional tidak mampu mengimbangi lingkungan multicloud yang dinamis.
  • CDR mendeteksi ancaman cloud yang tidak terdeteksi oleh pendekatan lain dengan memantau kontainer, API, beban kerja tanpa server, dan aktivitas identitas.
  • Deteksi dan otomatisasi berbantuan AI memungkinkan respons terhadap ancaman cyber yang lebih cepat dan akurat dalam skala cloud.
  • CDR berfungsi secara optimal saat diintegrasikan dengan alat Security Information and Event Management (SIEM); keamanan, orkestrasi, otomatisasi, dan respons (SOAR), serta deteksi dan respons yang diperluas (XDR), untuk mencapai visibilitas dan respons yang terpadu.
  • Microsoft Defender untuk Cloud dan Defender XDR bekerja sama untuk menyediakan CDR secara menyeluruh.
Tangan memegang perisai kuning dengan desain awan, disertai teks tentang deteksi dan respons cloud.

CDR mengorelasikan sinyal di seluruh beban kerja, identitas, dan layanan cloud untuk mendeteksi serta merespons ancaman cyber dalam waktu yang mendekati real time.

Alasan pentingnya CDR dalam keamanan cloud modern

Peralihan cepat dari arsitektur lokal ke cloud-first telah menciptakan atau memperparah berbagai titik buta keamanan yang umum terjadi
 
  • Banyak tim keliru menganggap bahwa manajemen postur sama dengan deteksi ancaman cyber secara aktif. Banyak organisasi merasa terlindungi karena telah menemukan dan memperbaiki masalah konfigurasi serta kerentanan lainnya. Namun, organisasi tetap berisiko jika tidak meluangkan waktu yang cukup untuk mendeteksi dan merespons ancaman cyber yang sedang berlangsung.
  • ⁠Infrastruktur komputasi efemeral sulit diamankan. Organisasi dapat menjalankan dan menghentikan infrastruktur cloud, seperti kontainer, fungsi tanpa server, dan API, dalam hitungan detik sehingga menciptakan lingkungan yang selalu berubah dan terfragmentasi. Kondisi ini mempersulit deteksi dan respons ancaman cyber.
  • ⁠Pusat operasi keamanan (SOC) tidak memiliki alat yang efektif. Karena cloud telah menjadi “bagian biasa” dari infrastruktur, tim SOC kini ditugaskan untuk mendeteksi ancaman cloud tanpa dukungan alat atau konteks cloud-native yang sebenarnya diperlukan.
  • ⁠Lingkungan multicloud dan hibrid makin meningkat. Banyak organisasi menjalankan beban kerja di AWS, Microsoft Azure, Google Cloud, dan sistem lokal. Kondisi ini menimbulkan celah visibilitas dan kontrol keamanan yang tidak konsisten, sehingga ancaman cloud lebih mudah bergerak secara lateral di seluruh lingkungan.
  • ⁠Pelaku kejahatan menyebarkan alat otomatis dan serangan berbantuan AI. Dengan bantuan AI, pelaku ancaman cyber dapat memindai internet atau infrastruktur cloud untuk menemukan miskonfigurasi atau layanan yang terpapar, mengeksploitasi kelemahan tersebut, menyembunyikan jejak, dan menghindari deteksi.
CDR menutup celah keamanan dengan menyediakan pemantauan berkelanjutan, pengumpulan telemetri, dan deteksi ancaman cyber yang dirancang khusus untuk cloud. Sebagai evolusi dari platform perlindungan beban kerja cloud (CWPP), CDR mengawasi semua lapisan cloud, termasuk beban kerja, identitas, dan layanan. CDR mendeteksi penyerang cyber yang sedang beraksi dan memberikan konteks cloud-native ke SOC untuk memfasilitasi perburuan serta respons ancaman cyber di berbagai lingkungan. Dengan CDR, baik saat menjalankan beban kerja di Azure, AWS, maupun Google Cloud Platform, Anda dapat mendeteksi perilaku mencurigakan lebih awal dan merespons lebih cepat, sebelum penyerang berhasil menembus sistem.
Slide yang menampilkan titik buta keamanan dengan daftar lima risiko dan ilustrasi keamanan cloud di bawah kaca pembesar.

CDR mengatasi titik buta dalam keamanan tradisional dengan menyediakan pemantauan berkelanjutan, pengumpulan telemetri, dan deteksi ancaman cyber yang dirancang khusus untuk cloud.

Cara kerja deteksi dan respons cloud

Solusi CDR dirancang untuk memantau aktivitas di seluruh lingkungan multicloud Anda secara real time. Solusi ini menggunakan deteksi ancaman berbantuan AI, analitik perilaku, dan telemetri dari sumber daya cloud-native untuk mengungkap risiko yang mungkin terlewat oleh alat tradisional.

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan solusi CDR untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan memitigasi ancaman cloud:

Menyerap telemetri cloud

Alat CDR mengumpulkan log, kejadian, dan metadata dari layanan cloud seperti instans komputasi, penyimpanan, identitas, API, dan beban kerja. Sumbernya meliputi AWS CloudTrail, Azure Monitor, Google Cloud Logging, dan log audit Kubernetes.

Menganalisis perilaku secara real time

Dengan memanfaatkan kombinasi logika berbasis aturan, pembelajaran mesin, analitik perilaku, dan inteligensi ancaman, CDR menganalisis telemetri ini untuk mendeteksi anomali, pelanggaran kebijakan, dan indikator ancaman (IOC), serta menandai perilaku mencurigakan seperti:
 
  • Pola akses yang tidak biasa.
  • Eskalasi hak istimewa secara tiba-tiba.
  • Upaya pembobolan data.
  • Pergerakan lateral di seluruh layanan.
Mengorelasikan data di seluruh lingkungan

Platform CDR menyatukan sinyal dari seluruh lingkungan multicloud dan hibrid. Korelasi ini membantu membangun konteks dan menyajikan gambaran lengkap serangan cyber, sehingga menghasilkan deteksi yang lebih akurat dan penyelidikan yang lebih cepat.

Memberikan peringatan dan menentukan prioritas

Hasil deteksi ditetapkan sebagai peringatan yang diprioritaskan, dan sering kali diperkaya dengan konteks, seperti pengguna yang terdampak, aset, tingkat keparahan, serta langkah berikutnya yang disarankan, untuk mengurangi peringatan yang tidak relevan dan mempercepat triase.

Mengotomatiskan tindakan respons

Untuk menghentikan serangan cyber dengan cepat, solusi CDR dapat secara otomatis:
 
  • Mengisolasi VM atau kontainer yang disusupi.
  • Mencabut kredensial akses.
  • Memblokir IP berbahaya.
  • Melakukan gulung balik perubahan dalam penyebaran infrastruktur sebagai kode.
Mengintegrasikan hasil ke operasi keamanan yang lebih luas

CDR terintegrasi dengan sistem XDR, SIEM, dan SOAR untuk mengorelasikan peringatan lintas entitas, menyajikan gambaran lengkap tentang lanskap ancaman cyber, serta mendukung respons terkoordinasi pada aset cloud dan lokal.
Manfaat CDR

Manfaat deteksi dan respons cloud

Dengan mengombinasikan visibilitas yang mendekati real-time dan keamanan AI, solusi CDR mempermudah pengelolaan risiko di lingkungan cloud yang cepat berubah. Berikut beberapa cara CDR membantu tim keamanan tetap unggul dalam menghadapi ancaman cloud tanpa memperlambat inovasi:

Visibilitas terpadu di seluruh lingkungan

CDR menyediakan visibilitas komprehensif yang mendekati real-time terhadap beban kerja, identitas, API, dan layanan cloud. Berbeda dengan alat keamanan tradisional yang beroperasi secara terpisah, CDR mengorelasikan sinyal di seluruh lingkungan multicloud dan hibrid untuk menghilangkan hambatan dan memungkinkan tim keamanan mengamati ancaman cyber saat berpindah antar platform. Tampilan terpadu ini membantu organisasi mengidentifikasi serangan cyber, miskonfigurasi, dan perilaku mencurigakan yang akan terlewat ketika tampilan ini tidak tersedia.

Respons yang lebih cepat dan efektif

CDR membantu mempercepat deteksi, penyelidikan, dan remediasi ancaman cloud. Melalui pemantauan aktivitas secara berkelanjutan serta korelasi antara analitik perilaku dan inteligensi ancaman, CDR mengurangi waktu yang diperlukan untuk merespons insiden. Selain itu, playbook otomatis dan remediasi kontekstual membantu tim keamanan dalam menahan ancaman cyber sebelum berkembang, sekaligus mengurangi overhead operasional dan paparan pelanggaran.

Perlindungan kuat terhadap ancaman cyber tingkat lanjut dan lateral

CDR dirancang untuk mengatasi risiko unik di lingkungan cloud, seperti pergerakan lateral, penyalahgunaan identitas, dan serangan multitahap. Dengan mengorelasikan sinyal di seluruh beban kerja, identitas, dan layanan cloud, CDR mampu mendeteksi ancaman cyber canggih yang sering kali terlewat oleh alat jaringan atau titik akhir tradisional. Hasilnya, kelelahan akibat luapan peringatan menjadi berkurang, prioritas risiko makin jelas, dan pertahanan terhadap serangan cyber yang menargetkan infrastruktur cloud-native menjadi lebih kuat.
Diagram yang membandingkan EDR, CWP, dan CDR beserta teks deskriptif yang menguraikan peran, pendekatan, deteksi ancaman, visibilitas keamanan, serta penggunaan idealnya.

Berbeda dengan deteksi dan respons titik akhir (EDR) dan CWP, CDR menyediakan visibilitas, deteksi, serta respons terpadu di seluruh beban kerja, titik akhir, dan layanan cloud.

Praktik terbaik CDR

Strategi deteksi dan respons ancaman cloud yang kuat berfokus pada pembangunan pendekatan proaktif dan adaptif untuk keamanan cloud yang membantu tim Anda mendeteksi ancaman cyber lebih awal, merespons dengan cepat, serta mengurangi risiko jangka panjang.
Langkah-langkah pertahanan proaktif:
 
  • Terapkan model Zero Trust
    Verifikasi identitas dan akses setiap saat, di mana pun lokasi jaringannya. Anggap setiap permintaan akses sebagai sesuatu yang berpotensi tidak tepercaya.

  • ⁠Tingkatkan manajemen postur keamanan cloud (CSPM)
    Evaluasi dan tingkatkan konfigurasi cloud Anda secara berkala untuk mengurangi risiko akibat miskonfigurasi atau penyimpangan kebijakan. Batasi paparan publik terhadap sumber daya, hapus layanan yang tidak digunakan, dan terapkan prinsip hak istimewa terendah.

  • ⁠Perkuat kebijakan tata kelola data
    Klasifikasikan data sensitif, pantau metode akses data tersebut, dan terapkan kontrol untuk mencegah paparan atau penyalahgunaan yang tidak disengaja.

  • ⁠Otomatiskan praktik keamanan
    Gunakan penegakan kebijakan, pemeriksaan konfigurasi, dan alur kerja remediasi untuk mengurangi kesalahan manual.

  • ⁠Laksanakan pelatihan keamanan secara rutin
    Pastikan staf selalu memperbarui pengetahuan tentang ancaman cyber, taktik pengelabuan, dan praktik terbaik higiene cloud.
     
Deteksi dan respons yang efektif:

  • Terapkan pemantauan berkelanjutan
    Pantau layanan cloud, perilaku pengguna, dan beban kerja secara real time untuk mendeteksi ancaman cyber sebelum menyebar.

  • ⁠Terapkan analitik berbantuan AI dan respons insiden
    Gunakan analitik untuk memahami aktivitas normal dan menandai anomali yang mengindikasikan adanya penyusupan. Lengkapi deteksi dengan wawasan terbaru dari pola serangan yang diketahui dan IOC. Kurangi durasi tinggal penyerang dengan memicu tindakan seperti pencabutan akses atau isolasi sumber daya segera setelah ancaman cyber dikonfirmasi.

  • Integrasikan dengan alat yang sudah ada
    Sambungkan CDR dengan solusi SIEM, SOAR, dan manajemen akses identitas untuk mempermudah respons dan memperluas visibilitas.

  • Jalankan penilaian ancaman cyber dan simulasi respons insiden secara rutin
    Uji kerentanan di lingkungan Anda dan evaluasi performa alat deteksi Anda. Simulasikan skenario serangan di dunia nyata untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan di seluruh tim keamanan Anda.

Kasus penggunaan untuk deteksi dan respons cloud

Baik Anda sedang melindungi data pelanggan, sistem internal, maupun infrastruktur kritis, solusi CDR dirancang untuk mengatasi berbagai kasus penggunaan keamanan umum, termasuk:
 
  • Penyalahgunaan kredensial di aplikasi software-as-a-service (SaaS)
    Deteksi proses masuk atau eskalasi hak istimewa yang tidak biasa di alat kolaborasi atau aplikasi produktivitas.
     
  • Keamanan data cloud
    Tandai pola akses abnormal pada file sensitif atau deteksi pengunduhan massal yang mengindikasikan pembobolan data.
     
  • Pergerakan lateral di seluruh beban kerja
    Identifikasi upaya pergerakan antar mesin virtual atau kontainer setelah akses awal.
     
  • Miskonfigurasi cloud
    Dapatkan peringatan jika terdeteksi sumber daya yang terbuka untuk umum, peran dengan izin berlebih, atau wadah penyimpanan tanpa enkripsi.
     
  • Pelanggaran kebijakan
    Ungkap pelanggaran terhadap kontrol keamanan internal atau persyaratan peraturan di seluruh layanan cloud.
 

Cara memilih dan menyebarkan solusi CDR

Pemilihan solusi CDR yang tepat dimulai dengan memahami arsitektur cloud dan prioritas keamanan Anda. Cari alat yang menawarkan visibilitas mendalam ke platform cloud dan dapat terintegrasi dengan tumpukan keamanan yang sudah ada, termasuk solusi SIEM, SOAR, dan XDR. Kemampuan utama yang harus diprioritaskan mencakup analitik perilaku, deteksi berbantuan AI, otomatisasi, serta dukungan untuk lingkungan multicloud dan hibrid. Tujuannya adalah memilih solusi yang selaras dengan model ancaman cyber dan dapat mengikuti perkembangan infrastruktur Anda.

Penyebaran sebaiknya dimulai dari beban kerja berisiko tinggi atau akun kritis untuk memvalidasi cakupan dan menyesuaikan kebijakan deteksi. Gunakan penetapan acuan dasar bawaan untuk memahami aktivitas normal, sesuaikan ambang untuk mengurangi positif palsu, dan selaraskan tindakan respons dengan strategi tata kelola cloud Anda. Seiring meluasnya cakupan, gunakan otomatisasi untuk respons insiden jika memungkinkan, serta pastikan tim keamanan terlatih dalam menginterpretasikan peringatan dan bertindak cepat. Solusi CDR yang disebarkan dengan tepat akan memperkuat ketahanan cloud tanpa menambah hambatan operasional.

Tren yang muncul di CDR

Masa depan CDR bergerak menuju kecerdasan yang lebih mendalam, integrasi yang lebih luas, dan otomatisasi yang lebih besar. Dengan lingkungan cloud yang makin kompleks dan penggunaan AI yang makin canggih oleh penyerang untuk menghindari deteksi, CDR akan makin mengandalkan analitik perilaku tingkat lanjut, telemetri cloud skala besar, dan pembelajaran berkelanjutan untuk mendeteksi ancaman cyber yang samar dan bergerak cepat. Nantikan kemampuan yang lebih proaktif, seperti pemodelan ancaman cyber prediktif dan penskoran risiko secara real time, untuk membantu tim mendeteksi serangan cyber lebih awal.

CDR juga akan terintegrasi lebih erat dengan XDR, perlindungan identitas, dan alat manajemen postur keamanan cloud (CSPM), untuk membentuk lapisan pertahanan terpadu di seluruh infrastruktur, aplikasi, dan pengguna. Otomatisasi akan memainkan peran yang lebih besar, bukan hanya dalam respons, tetapi juga dalam pencegahan melalui penegakan kebijakan, penekanan anomali, dan konfigurasi pemulihan mandiri. Pada akhirnya, CDR akan berkembang dari alat reaktif menjadi bagian krusial dalam keamanan cloud adaptif, yang membantu organisasi mengelola risiko dengan kecepatan dan skala cloud.

Solusi Microsoft untuk deteksi dan respons cloud

Microsoft menyediakan kemampuan CDR melalui Defender untuk Cloud dan Defender XDR, yang terintegrasi untuk menawarkan:
 
  • Deteksi ancaman cloud-native. Menyediakan lapisan keamanan yang kuat dengan mendeteksi ancaman cloud di seluruh tumpukan Kubernetes.
  • Penyelidikan mendalam. Melacak akar penyebab insiden di berbagai cloud dan mengungkap metode serangan potensial dengan analitik ancaman cyber yang dirancang untuk insiden kontainer.
  • Respons yang dipercepat. Meminimalkan dampak insiden dengan mengisolasi pod yang disusupi untuk memutus akses yang tidak sah. Meremediasi serangan cyber secara otomatis dengan AI.
Kombinasi kemampuan ini memberikan pendekatan yang komprehensif untuk mengamankan lingkungan dalam kontainer dan mengurangi ancaman runtime.
SUMBER DAYA

Pelajari selengkapnya tentang Microsoft Security

Tangan seseorang menyentuh layar.
Solusi

Lindungi beban kerja multicloud

Temukan kerentanan, ungkap ancaman cyber, dan percepat penyelidikan di seluruh beban kerja.
Seorang pria dan wanita melihat layar komputer.
Pengantar Keamanan

Apa itu keamanan cloud?

Pelajari cara melindungi aplikasi dan infrastruktur di lingkungan hibrid dan multicloud.

Tanya jawab umum

  • Deteksi dan respons cloud (CDR) adalah pendekatan keamanan proaktif yang memberikan pengawasan di semua lapisan cloud, termasuk beban kerja, identitas, dan layanan. CDR mengorelasikan sinyal di seluruh lapisan ini untuk mendeteksi dan memitigasi ancaman cyber, yang mungkin akan terlewat jika tidak ada CDR.
  • Deteksi dan respons titik akhir (EDR) adalah solusi berbasis host dengan dukungan agen yang mendeteksi serta merespons ancaman cyber pada laptop, server, dan titik akhir seluler. Solusi ini berfokus pada identifikasi ransomware, perangkat lunak jahat, akses tidak sah, serta teknik persistensi pada tingkat perangkat dan sistem operasi. Sebaliknya, deteksi dan respons cloud (CDR) menyediakan visibilitas holistik di seluruh lingkungan multicloud. CDR mengorelasikan sinyal di seluruh beban kerja, cloud, titik akhir, dan lingkungan lainnya untuk melacak jalur serangan cyber, mengidentifikasi pola, serta memberikan pemahaman kontekstual. Dengan CDR, Anda mendapatkan deteksi dan mitigasi ancaman cyber yang cepat, akurat, dan dalam skala besar.
  • Deteksi dan respons jaringan (NDR) menganalisis lalu lintas jaringan untuk mendeteksi ancaman cyber yang bergerak melintasi atau masuk ke sistem internal. Deteksi dan respons cloud (CDR) berfokus pada aktivitas dalam platform cloud, termasuk penggunaan identitas, panggilan API, akses penyimpanan, dan perilaku beban kerja.
  • Keamanan cloud berbasis deteksi dan respons cloud (CDR) mencakup alat yang memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman cyber di seluruh lingkungan cloud. Alat ini meningkatkan keamanan cloud dengan menyediakan visibilitas berkelanjutan, analitik ancaman tingkat lanjut, dan tindakan respons otomatis yang disesuaikan untuk beban kerja cloud-native.
  • Deteksi dan respons cloud (CDR) bekerja dengan terus mengumpulkan telemetri dari sumber daya cloud, menerapkan deteksi ancaman cyber berbantuan AI dan analitik perilaku, serta memicu tindakan respons berdasarkan tingkat keparahan. CDR terintegrasi dengan alat keamanan yang lebih luas untuk memperkaya konteks dan mengoordinasikan remediasi yang lebih cepat dengan tujuan mendeteksi ancaman cyber lebih awal serta menahannya sebelum menimbulkan kerusakan.

Ikuti Microsoft Security